{"id":268,"date":"2026-04-18T15:35:58","date_gmt":"2026-04-18T08:35:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/courses\/cloud-computing\/lessons\/high-availability\/"},"modified":"2026-04-18T16:40:49","modified_gmt":"2026-04-18T09:40:49","slug":"high-availability","status":"publish","type":"lesson","link":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/courses\/cloud-computing\/lessons\/high-availability\/","title":{"rendered":"High Availability"},"content":{"rendered":"<h2>Materi Utama<\/h2>\n<h3>Mengapa high availability dibutuhkan<\/h3>\n<p>Layanan digital modern diharapkan tetap tersedia meskipun ada lonjakan traffic, kegagalan hardware, atau gangguan sebagian infrastruktur. Jika aplikasi hanya berjalan pada satu server dan satu lokasi, maka kegagalan tunggal dapat menghentikan seluruh layanan. High availability berupaya meminimalkan dampak kegagalan dengan menyebarkan komponen penting ke lebih dari satu titik. Konsep ini sangat penting dalam cloud karena AWS memang menyediakan infrastruktur untuk mendukung desain semacam itu.<\/p>\n<h3>Availability Zone sebagai bangunan dasar reliabilitas<\/h3>\n<p>Setiap region AWS memiliki beberapa Availability Zone yang terisolasi secara fisik. Dengan menempatkan workload di lebih dari satu zona, arsitek sistem mengurangi risiko downtime akibat gangguan lokal. Mahasiswa perlu memahami bahwa sekadar menyalin server tanpa memperhatikan zona penempatan belum tentu menghasilkan sistem yang tahan gangguan. Konteks lokasi fisik tetap relevan meskipun semua resource tampak virtual.<\/p>\n<h3>Elastic Load Balancing<\/h3>\n<p>Load balancer menerima traffic dari pengguna dan mendistribusikannya ke target yang sehat. Selain membantu distribusi beban, load balancer juga menjadi komponen penting untuk health check dan failover. Jika salah satu instance bermasalah, traffic dapat diarahkan ke instance lain yang masih sehat. Dengan demikian, load balancer berperan sebagai gerbang sekaligus pengendali stabilitas trafik aplikasi.<\/p>\n<h3>Stateful versus stateless design<\/h3>\n<p>High availability lebih mudah dicapai jika komponen aplikasi dirancang stateless, sehingga request dapat ditangani oleh instance mana pun. Jika aplikasi menyimpan state penting di memori lokal satu server, proses failover akan menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, desain aplikasi, session management, dan pemilihan storage ikut memengaruhi kemampuan membangun sistem highly available. Topik ini baik untuk menunjukkan hubungan antara software design dan cloud architecture.<\/p>\n<h3>Database dan single point of failure<\/h3>\n<p>Banyak sistem terlihat redundant di layer web, tetapi tetap gagal total ketika database tunggal bermasalah. Karena itu, high availability harus dipikirkan di semua layer: web, application, database, dan storage. Untuk database, pendekatan seperti Multi-AZ atau replication sangat penting. Mahasiswa perlu diajak melihat bahwa availability bukan fitur satu layanan, melainkan sifat dari keseluruhan arsitektur.<\/p>\n<h3>Trade-off reliabilitas dan biaya<\/h3>\n<p>Semakin tinggi availability target, semakin banyak resource dan mekanisme tambahan yang biasanya dibutuhkan. Ini menambah biaya dan kompleksitas. Desain yang baik adalah desain yang seimbang: cukup tahan gangguan untuk memenuhi kebutuhan bisnis, tetapi tidak berlebihan untuk skala aplikasi yang masih kecil. Diskusi trade-off ini mengajarkan bahwa arsitektur cloud selalu melibatkan keputusan strategis.<\/p>\n<h2>Poin Highlight<\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 High availability bertujuan mengurangi downtime dan menghindari single point of failure.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Availability Zone dan load balancer adalah komponen inti dalam desain reliabilitas AWS.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Reliabilitas harus dirancang pada semua layer, bukan hanya server web.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Ada trade-off nyata antara availability, biaya, dan kompleksitas operasional.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Bacaan Lanjutan<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Elastic Load Balancing: <\/strong><a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/elasticloadbalancing\/\">https:\/\/aws.amazon.com\/elasticloadbalancing\/<\/a><\/li>\n<li><strong>AWS Reliability Pillar: <\/strong><a href=\"https:\/\/docs.aws.amazon.com\/wellarchitected\/latest\/reliability-pillar\/welcome.html\">https:\/\/docs.aws.amazon.com\/wellarchitected\/latest\/reliability-pillar\/welcome.html<\/a><\/li>\n<li><strong>AWS Global Infrastructure: <\/strong><a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/about-aws\/global-infrastructure\/\">https:\/\/aws.amazon.com\/about-aws\/global-infrastructure\/<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Bacaan Resmi AWS<\/h2>\n<ul>\n<li>AWS Regions and Availability Zones: <a href=\"https:\/\/docs.aws.amazon.com\/global-infrastructure\/latest\/regions\/aws-regions-availability-zones.html\">https:\/\/docs.aws.amazon.com\/global-infrastructure\/latest\/regions\/aws-regions-availability-zones.html<\/a><\/li>\n<li>What is Elastic Load Balancing?: <a href=\"https:\/\/docs.aws.amazon.com\/elasticloadbalancing\/latest\/userguide\/what-is-load-balancing.html\">https:\/\/docs.aws.amazon.com\/elasticloadbalancing\/latest\/userguide\/what-is-load-balancing.html<\/a><\/li>\n<li>How Elastic Load Balancing works: <a href=\"https:\/\/docs.aws.amazon.com\/elasticloadbalancing\/latest\/userguide\/how-elastic-load-balancing-works.html\">https:\/\/docs.aws.amazon.com\/elasticloadbalancing\/latest\/userguide\/how-elastic-load-balancing-works.html<\/a><\/li>\n<li>REL10-BP01 Deploy the workload to multiple locations: <a href=\"https:\/\/docs.aws.amazon.com\/wellarchitected\/2025-02-25\/framework\/rel_fault_isolation_multiaz_region_system.html\">https:\/\/docs.aws.amazon.com\/wellarchitected\/2025-02-25\/framework\/rel_fault_isolation_multiaz_region_system.html<\/a><\/li>\n<li>Amazon RDS Multi-AZ: <a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/rds\/details\/multi-az\/\">https:\/\/aws.amazon.com\/rds\/details\/multi-az\/<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","class_list":["post-268","lesson","type-lesson","status-publish","has-post-thumbnail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/lesson\/268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/lesson"}],"about":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/lesson"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}