{"id":274,"date":"2026-04-18T15:45:59","date_gmt":"2026-04-18T08:45:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/courses\/cloud-computing\/lessons\/auto-scaling\/"},"modified":"2026-04-18T16:42:20","modified_gmt":"2026-04-18T09:42:20","slug":"auto-scaling","status":"publish","type":"lesson","link":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/courses\/cloud-computing\/lessons\/auto-scaling\/","title":{"rendered":"Auto Scaling"},"content":{"rendered":"<h2>Materi Utama<\/h2>\n<h3>Mengapa scaling perlu diotomatisasi<\/h3>\n<p>Beban aplikasi dapat berubah karena jam sibuk, promosi, atau perilaku pengguna yang tidak terduga. Jika kapasitas tidak cukup, performa menurun. Jika kapasitas terlalu besar, biaya membengkak. Auto Scaling mengotomatisasi penambahan atau pengurangan instance agar sistem tetap responsif dan biaya lebih efisien. Konsep ini menunjukkan salah satu keunggulan penting cloud dibanding infrastruktur statis.<\/p>\n<h3>Auto Scaling Group<\/h3>\n<p>Dalam AWS, sekelompok instance dapat dikelola melalui Auto Scaling Group. Di sana ditentukan minimum capacity, maximum capacity, dan desired capacity. Minimum membantu menjaga kapasitas dasar, maximum mencegah ekspansi tak terkendali, dan desired capacity menyatakan target jumlah instance saat ini. Mahasiswa perlu memahami bahwa Auto Scaling Group tidak sekadar menambah server, tetapi juga menjaga armada instance tetap sesuai kebijakan.<\/p>\n<h3>Sumber sinyal scaling<\/h3>\n<p>Keputusan scaling biasanya didasarkan pada metrik, misalnya rata-rata CPU, jumlah request, atau metrik aplikasi tertentu. CloudWatch menyediakan metrik dan alarm yang dapat dihubungkan dengan scaling policy. Dengan demikian, scaling tidak bersifat acak, melainkan berbasis observasi terhadap perilaku sistem. Ini memperkenalkan mahasiswa pada hubungan antara monitoring dan otomasi operasional.<\/p>\n<h3>Jenis-jenis scaling<\/h3>\n<p>Dynamic scaling menyesuaikan kapasitas berdasarkan perubahan metrik secara real time. Scheduled scaling digunakan bila pola beban dapat diprediksi, misalnya jam kerja. Predictive scaling memanfaatkan histori untuk memperkirakan kebutuhan kapasitas mendatang. Pada tingkat dasar, mahasiswa tidak perlu menguasai semua detail implementasi, tetapi harus memahami logika kapan masing-masing pendekatan relevan.<\/p>\n<h3>Health check dan self-healing<\/h3>\n<p>Auto Scaling juga berkaitan dengan health check. Jika ada instance yang dinilai tidak sehat, grup dapat menggantinya secara otomatis. Dengan kata lain, Auto Scaling bukan hanya alat elastisitas, tetapi juga bagian dari mekanisme self-healing. Konsep ini sangat penting untuk memindahkan cara berpikir dari administrasi server manual ke operasi berbasis kebijakan.<\/p>\n<h3>Batasan dan pertimbangan desain<\/h3>\n<p>Auto Scaling paling efektif untuk komponen stateless atau komponen yang dapat direplikasi dengan mudah. Jika proses bootstrap terlalu lama atau aplikasi masih menyimpan state lokal, penskalaan akan kurang efektif. Oleh sebab itu, desain aplikasi, image, dan proses deployment perlu dipertimbangkan bersama. Di sinilah mahasiswa mulai melihat keterkaitan antara DevOps, software architecture, dan cloud operations.<\/p>\n<h2>Poin Highlight<\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Auto Scaling adalah fitur elastisitas penting di AWS.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Minimum, maximum, dan desired capacity adalah parameter dasar yang wajib dipahami.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Scaling policy bergantung pada metrik dan monitoring yang baik.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"627\">\n<p>\u2022 Auto Scaling bekerja paling efektif pada komponen aplikasi yang dapat direplikasi dengan mudah.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Bacaan Lanjutan<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Amazon EC2 Auto Scaling: <\/strong><a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/ec2\/autoscaling\/\">https:\/\/aws.amazon.com\/ec2\/autoscaling\/<\/a><\/li>\n<li><strong>AWS Auto Scaling: <\/strong><a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/autoscaling\/\">https:\/\/aws.amazon.com\/autoscaling\/<\/a><\/li>\n<li><strong>EC2 Auto Scaling User Guide: <\/strong><a href=\"https:\/\/docs.aws.amazon.com\/autoscaling\/ec2\/\">https:\/\/docs.aws.amazon.com\/autoscaling\/ec2\/<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","class_list":["post-274","lesson","type-lesson","status-publish","has-post-thumbnail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/lesson\/274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/lesson"}],"about":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/lesson"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mooc.ukdw.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}